• SMA NEGERI 1 AMFOANG UTARA
  • Sekolah Untuk Memiliki Kesadaran Kritis

Selamat tinggal kota kenangan  

 

Kerlap-kerlip cahaya di ujung tanjung menambah keindahan Kota Ini. Aku duduk termenung di atas balai-balai memandang ke arah langit, nampak dewi bulan malu-malu memancarkan cahayanya di balik awan.

Rasa gelisah menghantui batinku. Bagaimana tidak, besok aku akan pergi meninggalkan kota ini. Tak ingin aku pergi dari sini, namun aku tak kuasa melawan perintah Bapak. Bapakku seorang pensiunan tentara. Ia paling benci jika perintahnya di acuhkan atau tidak di turuti.

Aku sempat membantah agar tidak di pindahkan ke luar kota, tetapi hal itu membuat Bapak murka. Aku dipukuli dengan ranting asam hingga tubuhku memar-memar. Sifatnya yang keras kepala dan ringan tangan membuatku tak berani lagi untuk membantah. Ibu yang melihat hal itu hanya bisa terdiam membisu. Ia bingung harus berpihak kepada siapa.

Di sisi lain Ibu setuju dengan keputusan Bapak untuk memindahkanku ke luar kota, namun di lain sisi Ibu juga merasakan kesedihan yang ku alami.

Aku enggan meninggalkan Kota ini. Kota yang penuh kenangan, pahit manisnya hidup telah kujalani di sini. Tetapi kejadian tiga hari yang lalu adalah kesalahan terbesar yang tidak bisa di maafkan oleh Bapak lagi. Menurutnya kesalahanku ini bukanlah hal yang bisa di anggap enteng, harus segera di ambil tindakan untuk mengatasinya sedini mungkin agar kejadian ini tidak akan terulang lagi.

 "Markus apa kamu melamun lagi?" Tanya Ibu yang sudah duduk di sampingku.

"Ahh tidak Bu, aku hanya menikmati keindahan malam yang di hiasi dengan bintang-bintang." Unjarku mengelak.

"Aku ini Ibumu Nak, insting seorang Ibu terhadap anaknya tidak akan pernah salah. Ibu tau kamu sedang sedih, ceritakan saja. Biar tidak menambah beban pikiranmu." Ucap Ibu tersenyum padaku. Senyum Ibu membuatku kembali tenang. Perlahanku mulai menceritakan apa yang mengganjal di pikiranku.

"Ibu, aku tidak ingin pergi meninggalkan kota ini. Di sini aku sudah punya banyak teman yang baik, tak cuma itu tetapi Kota ini adalah tempat di mana aku di besarkan dan dibentuk menjadi seorang manusia sejati. Aku tidak ingin pindah ke luar kota Bu," ucapku memelas, berharap agar aku tidak di pindahkan ke luar kota. Namun tiada guna aku memohon pada Ibu. Sebab Ibu sendiri tidak bisa membantah perkataan Bapak.

"Nak, Ibu juga tidak bisa membantah perkataan Bapakmu. Sebagai seorang istri yang baik, Ibu harus menuruti perintah Bapakmu." Jawab Ibu membelai pundakku dengan penuh kasih sayang.

"Tapi Bu, saya tidak bisa meninggalkan teman-teman saya. Di antara kami telah terjalin ikatan persahabatan yang erat, di mana lagi aku akan mendapatkan teman baik seperti mereka lagi?" Keluhku pada Ibu.

"Sudahlah Nak, teman-temanmu di sini bukanlah teman yang baik. Sebagai teman yang baik mereka tidak akan mengajakmu melakukan hal yang tidak terpuji seperti yang kalian lakukan selama ini." Ucap Ibu menasihatiku.

"Di luar kota pun kamu akan mendapatkan banyak teman baru, Mar. Asalkan jaga pergaulanmu jangan sampai merusak cita-cita dan masa depanmu." Tambah Ibu lagi.

 Aku hanya dapat berkeluh kesah pada Ibu. Karena hanya Ibu saja yang mau mendengarkan curhatanku. Memang benar kata orang bijak 'seberapa besar kesalahan yang kita lakukan, kita tetap akan mendapatkan kata maaf dari dasar hati seorang Ibu'.

Hal itu benar-benar kualami, kenakalanku yang membuat keluargaku malu dan sebagian dari saudara-saudaraku membenci dan menghinaku. Bahkan Kakak kandungku sendiri tidak pernah berbicara denganku lagi setelah kejadian memalukan tiga hari yang lalu itu.

Kakak menyesal mengapa aku dan keempat belas temanku bisa nekat mencuri barang milik Pak Nelis sang pengusaha sukses di kawasan kami. Aksi ini telah kami lakukan sejak lima bulan terakhir dan baru ketahuan kemarin.

Bapak dan Ibu dipanggil dan diberitahu perihal masalah kami. Bapak yang menderita darah tinggi tak kuasa menahan sakitnya hingga pingsan, sedangkan Ibu menangis terisak-isak di dalam kamar.

"Keluarga kita memang tidak mampu membeli makanan enak setiap hari, tetapi setidaknya kita masih dapat memperoleh makanan untuk makan setiap hari, tidak seperti para pengamen yang untuk makan saja susah. Mengapa kau lakukan hal bodoh itu? Bukannya mengangkat derajat keluarga kita, kamu malah menginjak-injak harga diri Bapak dan Ibu. Di mana otakmu? Dasar anak pembawa sial..!" Bentak Kak Asar ketika kami tiba di rumah.

Tidak ada yang bisa kulakukan selain menangis dan meminta maaf. Sebagai hukumannya hari itu kedua kakiku diikat dengan seutas tali dan di gantungkan pada sebuah kayu mangga yang ada di pekarangan rumah kami.

Dengan posisi tubuh terbalik aku terus meminta maaf. Setelah sejam akhirnya aku di lepaskan, tetapi dengan syarat aku harus di pindahkan ke luar kota. Menurut Bapak, itulah keputusan terbaik.

Hari yang di tentukan pun tiba. Aku pergi berpamitan pada teman-temanku. Sepasang mataku berair. Aku mulai menangis ketika aku berpamitan pada Fatun. Lelaki pendiam yang kukenal saat kecil. Ia adalah teman bermainku sewaktu kukecil. Banyak cerita telah kami lalui, banyak hal telah kami lewati tetapi mungkin inilah saat di mana kami harus berpisah.

Aku mendekap erat tubuh Fatun, dan mengucapkan selamat tinggal.

 

Cerpen dikirim oleh Zhindi Klali, Kelas X SMAN 1 Amfoang Utara.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Tak Tega Biarkan Siswa Cedera Gagal Ujian, Kepsek SMAN1 Amfoang Utara Datang Langsung ke Rumah Siswa

Amfoang Utara – Komitmen terhadap hak pendidikan kembali ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Amfoang Utara. Di tengah pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2025/2026, pihak sek

11/04/2026 20:12 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 184 kali
Tak Tega Biarkan Siswa Cedera Gagal Ujian, Kepsek SMAN1 Amfoang Utara Datang Langsung ke Rumah Siswa

Amfoang Utara – Komitmen terhadap hak pendidikan kembali ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Amfoang Utara. Di tengah pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2025/2026, pihak sek

11/04/2026 20:11 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 14 kali
Tak Tega Biarkan Siswa Cedera Gagal Ujian, Kepsek SMAN1 Amfoang Utara Datang Langsung ke Rumah Siswa

Amfoang Utara – Komitmen terhadap hak pendidikan kembali ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Amfoang Utara. Di tengah pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2025/2026, pihak sek

11/04/2026 19:57 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 11 kali
Ujian Sekolah 2026 Bergulir, SMA Negeri 1 Amfoang Utara Fasilitasi Siswa Cedera Ikuti Ujian dari Rumah

Amfoang Utara – SMA Negeri 1 Amfoang Utara resmi menggelar Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dimulai pada Rabu, 9 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 11

11/04/2026 19:20 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 130 kali
Ujian Sekolah 2026 Bergulir, SMA Negeri 1 Amfoang Utara Fasilitasi Siswa Cedera Ikuti Ujian dari Rumah

Amfoang Utara – SMA Negeri 1 Amfoang Utara resmi menggelar Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dimulai pada Rabu, 9 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 11

11/04/2026 19:19 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 13 kali
Ujian Sekolah 2026 Bergulir, SMA Negeri 1 Amfoang Utara Fasilitasi Siswa Cedera Ikuti Ujian dari Rumah

Amfoang Utara – SMA Negeri 1 Amfoang Utara resmi menggelar Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dimulai pada Rabu, 9 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 11

11/04/2026 19:12 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 13 kali
SMA Negeri 1 Amfoang Utara Salurkan Dana PIP untuk 184 Siswa, Kepsek Beri Teguran Keras Terkait Kedisiplinan

AMFOANG UTARA - SMA Negeri 1 Amfoang Utara menyalurkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 184 siswa dengan total nilai mencapai Rp317.700.000 (Tiga Ratus Juta Tujuh Ratu

06/02/2026 23:38 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 478 kali
Upacara HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 Digelar Meriah di SMA Negeri 1 Amfoang Utara

Amfoang Utara, 25 November 2025 - SMA Negeri 1 Amfoang Utara menggelar Upacara HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus memperingati Hari Guru Nasional 2025 dengan p

25/11/2025 18:51 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 404 kali
Upacara HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 Digelar Meriah di SMA Negeri 1 Amfoang Utara

Amfoang Utara, 25 November 2025 - SMA Negeri 1 Amfoang Utara menggelar Upacara HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus memperingati Hari Guru Nasional 2025 dengan p

25/11/2025 18:51 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 146 kali
Semangat Demokrasi Warnai Pemilihan OSIS SMA Negeri 1 Amfoang Utara, Paslon 1 Terpilih Sebagai Ketua dan Wakil OSIS 2025/2026

Amfoang Utara, Kompas - SMA Negeri 1 Amfoang Utara menggelar kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2025/2026 pada Jumat, 10 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di l

13/10/2025 16:08 - Oleh SmansaAmfut - Dilihat 237 kali